Search by category:
NEWS

Manisnya Potensi Desa Madu Ngilo ilo

Salah satu tawon penghasil madu yang dikembangkan oleh Bapak Pairan. (Foto oleh La Ode Sarlan)

Ponorogo – Desa Madu adalah julukan baru untuk Desa Ngilo-Ilo, yang berada di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dapat ditempuh sekitar 45 menit dari pusat Kabupaten Ponorogo. Desa Ngilo-Ilo disebut Pusat Madu karena mayoritas warganya mempunyai usaha sampingan sebagai peternak tawon madu.
Madu yang berasal dari Desa Ngilo-Ilo, adalah hasil dari peternakan madu tradisional yang diperoleh dari tawon madu daerah pegunungan. Ratu Tawon akan mendiami batangan pohon yang sudah dibelah dua menggunakan alat dan dikeruk isi batangnya dan diberi lubang menggunakan alat tradisional. Batangan pohon itu disebut glugu, kemudian glugu diberi rumah tawon sebagai cikal bakal sarang tawon, yang di Desa Ngilo-Ilo disebut talangan.
“Glugu dibelah pakai alat mbak,gergaji listrik. Itu talangannya beli, taruh di dalamnya, lalu ditutup, di sana, nanti Ratu Tawon akan masuk lalu membuat koloni,” Terang Pairan, Pelopor Ternak Tawon Desa Ngilo-Ilo.
Tawon akan berkembang biak dan menghasilkan madu sekitar Bulan Mei hingga Bulan Agustus, saat bunga dan buah di gunung melimpah, saat itu madu yang dihasilkan akan banyak. Tawon akan mencari nektar dari buah dan bunga yang melimpah di gunung.
Bapak dua anak itu juga menambahkan bahwa tiap glugu hanya menghasilkan 3-4 botol madu mentah yang dijual Rp. 250.000/botol, yang dijual sesuai dengan permintaan. Jadi, bisa disimpulkan kalau produk madu Desa Ngilo-Ilo tidak dipasarkan di tempat lain, ekslusif hanya di desa madu ini. Madu di desa madu ini tidak ditambah dengan pengawet, akan tetapi, masa kadaluarsanya adalah 12 bulan.
“Kalau ada pesanannya saja saya ambilkan, di sini tidak ada bahan tambahan, kunci ternak tawon itu sabar. Ratu Tawon bisa pindah ke glugu lain karena tidak adanya buah atau bunga. Tetapi, kesabaran pasti membuahkan hasil.” Ujar Bapak Pairan
(Artikel Oleh Isna N. Hamidah)

Post Comment