Search by category:
NEWS

Kucur, Taman Favorit Sang Presiden

Taman Rekreasi Hutan Kucur Desa Biting, Badegan yang terdapat sumber mata air dan dapat digunakan masyarakat desa sekitar untuk memasok air bersih. (Foto oleh Isna N.Hamidah)


Ponorogo – Di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa tengah, atau secara letak geografis terletak di Kecamatan Badegan, lebih tepatnya Desa Biting, terdapat taman yang pada tahun 1978 menjadi favorit Presiden RI ke-2, Soeharto.
Berawal dari kesukaan Soeharto untuk touring keliling Indonesia, pada tahun 1978 beliau sampai di Ponorogo untuk meresmikan monumen Soeharto di Bukit Soeharto, dan menikmati taman rekreasi Kucur, sekitar 300 meter dari Bukit Soeharto.
Taman Rekreasi Kucur adalah taman rekreasi yang ada karena adanya mata air di sekitar taman tersebut. Mata air tersebut konon berasal dari batu yang mengeluarkan air (kucuran air) lalu batu itu diselidiki merupakan pohon membatu yang besar. Batu tersebut dibelah agar tidak membahayakan, dan munculah mata air yang lebih deras. Itulah kenapa mata air tersebut disebut Kucur.
Taman Rekreasi Kucur berjarak sekitar satu kilometer dari Rest Area Kucur, dapat ditempuh dengan motor atau jalan kaki. Akan tetapi, beberapa tahun lalu Taman Wisata Kucur Resmi terbengkalai karena lalainya pengelola.
Taman yang pada masa keemasannya, atau saat dikunjungi Presiden Soeharto ini berisikan kolam renang, gazebo, kolam mata air, pemandangan Hutan Kucur lengkap dengan Pohon Mangga Purba berusia ratusan tahun yang menjadi makanan monyet sekitar, hingga fasilitas umum seperti toilet.
Sayangnya saat ini kita hanya bisa melihat reruntuhan bangunan gazebo dan kolam renang tersebut, kelalaian pengelola yang berganti dan acuh pada potensi yang ada membuat para wisatawan hanya bisa menikmati luasnya Hutan Kucur, kolam mata air, serta sambungan pipa-pipa yang mengaliri hampir satu desa di Kecamatan Badegan.
“Sayangnya terbengkalai, mbak, saya berharap dalam beberapa tahun saya dapat menghidupkan Kucur lagi,” terang Wahyu, Karang Taruna Sadar Wisata daerah setempat.
(Artikel oleh Zharifah Ardiana)

Post Comment