Search by category:
NEWS

Hebat! Kunci ke Alam Mimpi yang Nyaman

Proses pemisahan antara biji randu dengan kapuk untuk kasur. (Foto oleh Isna N.H)

Ponorogo – Bagi manusia, kita memerlukan tidur. Akan tetapi, diperlukan kualitas tidur yang baik agar badan tetap sehat dan siap untuk beraktifitas esoknya. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur, salah satunya adalah kualitas alas tidur atau biasa kita sebut kasur.
Sebuah desa di Kecamatan Balong, tepatnya di Desa Bajang, 30 menit dari pusat Kabupaten Ponorogo, menawarkan wisata edukasi langka yang mulai ditinggalkan, yaitu pembuatan kasur tradisional. Kasur yang mempunyai ciri khas warna merah muda dan putih pada kasur.
Proses untuk membuat kasur legendaris ini sepintas cukup mudah dan singkat, yaitu kain lorek dijahit memutar bentuk persegi panjang sesuai ukuran pesanan. Kemudian dicuki atau dijahit pola kotak-kotak pada bagian tengah. Selanjutnya diisi kapuk lalu dijahit memutar lagi.
“Prosesnya singkat tapi perlu telaten dalam membuatnya,” terang Warti yang sudah mengabdikan dirinya sebagai produsen kasur legendaris sejak muda.
Kapuk sendiri diambil dari randu yang dikirim dari petani randu di Kecamatan Slahung maupun warga sekitar Kecamatan Balong. Kemudian randu diolah agar menjadi kapuk dengan proses yang cukup rumit, baru dibuat kasur lorek yang legendaris.
Kasur-kasur yang dibuat Warti sendiri, memiliki berbagai macam ukuran dan tipe. Harga kasur mulai kisaran Rp. 325.000-Rp. 700.000. Kasur yang dibuat juga mulai ukuran 150 cm x 200 cm, 200 cm x 200 cm, dan 100 cm x 200 cm.
“Kendala kalau jaman sekarang cuaca, meskipun ada kasur yang modern, kasur lorek masih banyak peminatnya. Kalau cuacanya panas, proses pengolahan randu sehari saja bisa jadi kapuk. Sementara kalau musim hujan, memerlukan waktu 3-6 hari agar menjadi kapuk. Randu yang masih setengah jadi kapuk apabila terkena air akan menggumpal dan tidak bisa mengembang, jadi kendala utama adalah cuaca,” terang Warti
(Artikel oleh Zharifah Ardiana)

Post Comment