Search by category:
NEWS

Hangat nan Segar! Solusi Ponorogo yang Lagi Dingin-Dinginnya

Wedang rempah jahe penghangat bada (foto oleh dimas harsa)

Ponorogo – Ponorogo sedang dingin-dinginnya, sementara aktifitas malam hari tidak bisa dihindari? Tenang, warga Ponorogo tidak perlu lagi merasakan dinginnya suhu kota yang semakin turun di kala musim hujan tiba. Baru-baru ini, di kawasan Kampung Kuliner Reyog, tepatnya di jalan Suromenggolo, Kelurahan Kertosari Ponorogo, terdapat Warung Wedang Rempah dan Polo Pendhem.
Wedang Rempah sendiri adalah minuman tradisional berisikan jahe, kayu manis, serai, jeruk nipis, cengkeh, gula kelapa, dan satu gula batu. Bisa juga gula batu diganti dengan gula pasir. Semua bahan digeprek lalu di masukkan dalam cangkir untuk di seduh dengan air panas yang mendidih. Sebelum minum, jangan lupa aduk untuk mencairkan gula kelapa dan gula batu di dalamnya.
Sensasi hangat jahe, segarna jeruk nipis, manisnya gula, dan aroma cengkeh seketika menghangatkan badan. Wedang rempah biasanya disajikan bersama Polo Pendem, yaitu seperti ketela rebus dan pisang rebus. Warung Wedang Rempah ini buka mulai jam empat sore hingga jam sepuluh malam.
“Dulu karena kebiasaan ngopi dan saat mendapat tempat saya bingung produk apa, saya milih wedang rempah dan polo pendhem karena pasar saya adalah orang tua, tetapi di luar dugaan, banyak langganan dari kalnagn pelajar dan juga mahasiswa,” terang Eny, pemilik Warung Wedang Rempah yang sangat ramah pada pelanggannya.
Segelas wedang rempah ini cukup murah, hanya Rp.4.000 per gelas dan anda dapat mengahangatkan diri di tempat yang suasanyanya cukup nyaman. Untuk bahan sendiri, Eny menjelaskan bahwa semua dibeli di Pasar Relokasi Eks Rumah Sakit Lama.
“Kendalanya kalau musim kemarau bahan-bahannya kualitasnya turun, sementara saya perlu yang fresh untuk wedang, selain itu warung saya paling ramai saat akhir pekan, terutama Sabtu malam dan Minggu pagi saat Car Free Day,” terang Eny.
(Artikel Zharifah A)

Post Comment