Search by category:
NEWS

Gurihnya Emping Gadung Home Industri Desa Carangrejo

Emping Gadung mentah yang diproduksi oleh Ibu Tumi. (Foto Oleh Nanda Umar P.)

Ponorogo – Emping Gadung, camilan tradisional terbuat dari bahan Gadung ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Ponorogo. Makanan yang kerap menjadi pelengkap makanan layaknya kerupuk ini mempunyai rasa renyah dan gurih. Emping gadung ini bisa kita temukan di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Diproduksi oleh pasangan suami istri yaitu Tumi dan Ismono sejak tahun 1999, Emping gadung menjadi jajanan khas daerahnya. Awalnya Tumi mengikuti pelatihan dari Desa untuk pembuatan emping di Desa Dayakan Badegan. Sejak itu Tumi memulai produksinya sendiri dirumahnya sampai sekarang. Tumi memperoleh bahan baku gandum daerah Desa Sampung. Gandum sendiri hanya panen 1 kali setahun, biasanya Tumi membeli gandum dalam jumlah banyak untuk restock kedepanya.
Untuk prosesnya gadung dikupas bersih dan dipasah, lalu di rendam dengan air garam selama 24 jam dengan tujuan membersihkan racun dan getah yang ada pada gadung. Setelah gadung empuk ditiriskan lalu dikukus, selanjutnya gadung dipotong tipis-tipis dan dikeringan. Pengeringan biasanya membutuhkan waktu 2 hari untuk benar-benar kering merata. Tumi mengaku tidak ada bahan khusus yang dicampur untuk empingnya.
Selain produksi emping gadung Tumi juga memproduksi emping garut yang tak kalah gurih rasanya. Tumi menjual emping gadung dan emping garut dalam bentuk mentahan. Harga emping gadung sekitar Rp 4.000 per satu kilogram. Untuk ketahan emping gadung bisa tahan sekitar 2 tahun dalam bentuk mentah. Dalam pemasaranya Tumi banyak pemesan dari luar kota seperti Jakarta dan Bali. Selain itu juga banyak pesanan pesanan dari sekitar desanya. Ia mengaku pesananya naik pada saat hari Raya.
(Artikel Oleh Salsa Okta B.)

Post Comment