Search by category:
NEWS

Dari Hobi menjadi Profesi

Produk kerajinan kepala Jaran Thek yang sudah jadi dan siap di Pasarkan.
(Foto oleh Dito Engkus Syafi’i)

PONOROGO – Ponorogo dikenal banyaknya kesenian yaitu diantaranya Kesenian Reyog,Kesenian Jaran Thek, Kesenian Gajah-gajahan dan juga masih banyak lainnya. Kesenian-kesenian tersebut masih tetap lestari hingga saat ini, salah satu faktornya yaitu banyaknya anak muda yang tetap memperhatikan dan ikut melestarikan kesenian tersebut.
Bertepat di Desa Mlarak, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo terdapat Pengrajin kesenian yang masih terbilang muda. Ia bernama Muhammad Edi yang usianya masih 19 tahun. Ia memulai usaha ini sejak kelas 10 Madrasah. “Sebenarnya hanya hobi, namun banyak yang bilang kalau yang saya buat ini bagus jadi bisa memotivasi saya sendiri untuk melanjukannya sebagai profesi.” Ucap pria yang biasa di panggil Muh. Ia sudah membuat beragam jenis topeng kesenian diantaranya yaitu topeng bujang ganong, topeng jaran thek dan bahkan yang berhubungan dengan kayu ukir ia kerjakan. “Ya memang cuma coba-coba dan juga saya kan juga pemain bujang ganong jadi saya suka saja dengan membuat beginian.” Tambah Muh.
Untuk harga yang di perjual belikan bervariasi, topeng bujang ganong rambut sapi mulai dari harga 50 ribu sampai 400 ribu rupiah untuk rambut jaran bisa mencapai 400 ribu sampai satu juta dan untuk harga barongan 500 ribu sampai 200 juta. Dalam hal pemasaran beliau menggunakan sistem online yaitu menggunakan media sosial facebook. Untuk kendalanya yaitu kurangnya tenaga karena ia masih sendiri dalam hal produksi ini oleh karena itu tidak hampir setiap hari barang ada sehingga pembeli pun harus memesan terlebih dahulu.
(Artikel oleh Dito Engkus Syafi’i)

Post Comment