Search by category:
NEWS

BUDAYA JAWA YANG MASIH KENTAL DI LERENG GUNUNG WILIS

(Photo by Ainun Aziz Bachtiar

PONOROGO– masyarakat jawa tidak akan terpisahkan oleh budayanya sendiri, karena perilaku orang jawa merupakan adat istiadat dan budaya dari leluhur mereka. Tapi dizaman seperti sekarang ini banyak orang jawa yang lupa akan budaya dan adat istiadatnya, seperti pepatah jawa bilang “wong jowo ilang jawane.”
Di desa kesugihan kecamatan pulung kabupaten ponorogo, budaya jawa masih dilestarikan oleh sesepuh desa. Melalui sebuah padepokan bernama panti prihatin, masyarakat lereng gunung wilis ini masih mempertahankan dan melestarikan budaya jawa itu sendiri. Panti prihatin purwayumadiutomo sudah berdiri di desa kesugihan sejak tahun 1949, pendirinya adalah Ki Marto Utomo. Panti prihatin desa kesugihan ini bisa dibilang sebagai anak cabang dari pusatnya yang ada di kota banyuwangi jawa timur.
Pak sumadi (ketua organisasi padepokan) mengatakan orang purwayu menolak disebut sebagai penganut aliran jawa, mereka lebih senang disebut menjadi seorang penghayat. Menurut pak sumadi, budaya itu ada tiga hal yaitu budaya naluri, budaya tradisi, dan budaya pekerti. Dari ketiga hal ini harus mempunyai manajemen yang baik, karena dengan mengatur ketiga hal tersebut menjadi baik bisa membuat kesejahteraan dan kedamaian di kemudian hari. sedangkan kalau tidak, bisa menjadi masalah yang berkepanjangan.
Orang purwayu lebih mengutamakan hidup berbangsa dan bernegara, karena mereka tahu Indonesia memiliki bereaneka ragam suku dan budaya yang berbeda-beda. Di panti prihatin ini juga masih melestarikan kesenian karawitan dan wayang kulit yang digelar setiap bulan suro atau tahun baru islam.

Post Comment