BERKAH KEPOMPONG DAN ULAT DAUN JATI

Kebutuhan Informasi Anda adalah Motivasi Bagi Kami

BERKAH KEPOMPONG DAN ULAT DAUN JATI

30 September 2019 NEWS 0
Ibu Tutik bersama warga lainnya berburu kepompong ulat daun jati di hutan jati Sawoo


PONOROGO – Hutan jati yang berada di wilayah Legaran Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo Ponorogo beberapa hari ini ramai didatangi oleh warga. Mereka datang ke hutan jati untuk mencari kepompong atau enthung  dari ulat daun jati. Ulat dan kepompong tersebut nantinya akan dijual atau dikonsumsi sebagai lauk.
Ulat daun jati memang selalu muncul di awal musim penghujan. Karena populasinya yang cukup besar, biasanya ulat ini sampai masuk ke pemukiman warga. Sehingga banyak warga yang merasa terganggu dengan kehadiran ulat ini. Tapi berbeda dengan warga yang berada disekitar hutan jati di wilayah Kecamatan Sawoo. Kepompong dan ulat daun jati menjadi berkah bagi mereka.
Tidak hanya warga dari Desa Ngindeng saja, puluhan warga dari daerah lain pun ikut berburu kepompong di hutan ini. Sepertihalnya Tutik, warga dari Desa Tempuran Sawoo. “Cari enthung nya sudah 2 hari ini, sehari itu bisa dapat satu karung, tapi itu masih sama cangkangnya, kalau udah bersihkan itu bisa dapat 1 sampai 2 kg”, tuturnya di sela-sela mencari kepompong.
Kepompong ulat jati ini memiliki harga yang cukup fantastis. Tutik menuturkan 1 Kg kepompong bisa dihargai 40 – 80 ribu rupiah, tergantung ukurannya. Harga yang mahal ini dikarenakan kempompong ini hanya ada di awal musim penghujan. Dan itu hanya beberapa hari saja, karena jika terlambat ulat sudah menjadi kupu – kupu. Selain dijual, kepompong ulat jati ini juga dikonsumsi. Biasanya dijadikan oseng enthung atau dijadikan bothok enthung.
Setiap orang mempunyai hak untuk mencari rezeki, tapi yang perlu diperhatikan harus tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh warga pencari enthung ulat jati. ( Arik Sofian )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *