“MURAL” Menggambar tak hanya diatas kertas.

Kebutuhan Informasi Anda adalah Motivasi Bagi Kami

“MURAL” Menggambar tak hanya diatas kertas.

26 September 2019 NEWS 0
Dokumen komunitas Doodle Art Ponorogo

PONOROGO – Mural merupakan salah satu jenis seni menggambar/melukis yang menggunakan alas atau media selain kertas/kanvas, melainkan menggunakan media lain yang dapat digambar/dilukis yang mempunyai permukaan luas dan bersifat permanen. Pada umumnya menggambar dengan metode Mural dilakukan pada tembok/dinding yang dianggap kosong dan perlu digambar/dilukis agar terlihat lebih fariatif dan lebih menarik. Berbeda dengan Grafity, Mural dapat memuat lebih banyak konten tulisan maupun gambar, tidak seperti Grafity yang hanya mengedepankan konten tulisan. Sedangkan bahan yang digunakan pun berbeda, menggambar /melukis Mural pada umumnya menggunakan cat tembok maupun cat minyak, bahkan dapat menggunakan bahan lainnya seperti spidol ataupun pensil warna. Sedangkan Grafity pada umumnya menggunakan cat semprot dalam proses pengerjaannya pada tembok/dinding.
Pecinta dan seniman Mural biasanya berkumpul dan berbagi, bahkan berkegiatan dalam sebuah forum komunitas, tentu saja terdapat komunitas mural di berbagai daerah. Tak beda halnya di Kabupaten Ponorogo, terdapat pula komunitas pecinta Mural yang salah satunya menamai diri mereka dengan sebutan “Doodle Art”. Komunitas satu ini sudah eksis di Kabupaten Ponorogo semenjak 2 tahun belakang dan sudah menorehkan karya mereka di beberapa fasilitas umum di seputaran Ponorogo.
Salah satu kegiatan yang dianggap cukup mengesankan oleh komunitas ini adalah pada saat merayakan hari jadi komunitas yang ke-2, komunitas Doodle Art ini menyelenggarakan acara perayaan Anniversary di kelurahan Tonatan, Ponorogo. Hal menarik terjadi saat team komunitas ini berniat meminta izin kepada pemerintah desa untuk menyelenggarakan acara di kelurahan tersebut. Di kantor kelurahan tersebut terjadi negosiasi antara aparat kelurahan dan team yang diturunkan oleh komunitas. Negosiasi menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni komunitas diizinkan untuk mengadakan acara di kelurahan Tonatan dengan kontribusi jalanan yang membentang di sepanjang tempat perayaan harus digambar dengan Mural oleh pihak penyelenggara. Bukannya merasa keberatan, perwakilan team komunitas malah merasa senang dan tertantang dengan negosiasi yang diberikan oleh pihak kelurahan, “Kita merasa tertantang karena belum pernah mencoba menggambar di jalan, karena biasanya kami menggambar dengan media dinding. Permintaan untuk menggambar Mural di jalan tersebut bisa dibilang sebuah challenge sekaligus reward untuk acara anniversary kami”, jelas Reyvaldo (22th) salah satu anggita Doodle Art.
Peralatan yang digunakan untuk menggambar pada media jalan tidak jauh berbeda dengan peralatan yang digunakan untuk menggambar pada media dinding. Yang membedakan hanya dari bahan cat. Untuk menggambar mural di jalan kita memerlukan cat khusus, hal ini dimaksudkan agar mural yang digambar tidak mudah hilang. Karena mengingat jalanan sering dilalui oleh kendaraan maupun lalu lalang orang, dan bersinggungan langsung dengan panas maupun hujan yang dapat mempercepat rusaknya sebuah mural. Ada pun peralatan yang digunakan antara lain  adalah kapur, penggaris, kuas dari ukuran kecil hingga besar, dan yang terakhir adalah pelapis warna.
“Bedanya menggambar di dinding dan di jalan sama saja, kalau di dinding menggambarnya miring kalau di jalan gambarnya datar lebih mudah aja”, kata Reyvaldo. (admn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *