AQUASCAPE, Membuat taman di dalam air. Dari Hoby mendatangkan pundi-pundi.

Kebutuhan Informasi Anda adalah Motivasi Bagi Kami

AQUASCAPE, Membuat taman di dalam air. Dari Hoby mendatangkan pundi-pundi.

8 Juli 2019 NEWS 0
Aquascape, Taman yang dibangun didalam aquarium. (Foto : Zul)

Ponorogo- Sering kita jumpai bahwa tanaman itu di tanam pada media tanah, kali ini ada yang berbeda, media yang digunakan dalam menanam tanaman tersebut dapat dikatakan unik karena menggunakan media air dan ditempatkan di dalam aquarium. Aquascape sendiri  merupakan aquarium yang didalamnya terdapat tumbuhan hijau yang tumbuh diantara akar akar.

Salah satu pembuat aquascape ini adalah Catur (32 th)yang tinggal di ds. Bajang, Kec. Balong , Kab. Ponorogo. Ia membuat inovasi ini karena hobinya yang terus ia kembangkan sejak 2011. Kini ia berhasil dan sukses dengan hobi yang ditekuninya. Biasannya dalam pembuatan aquascape ini Catur membutuhkan waktu selama  3 -5 jam saja, namun baru benar –  benar dapat dinyatakan tumbuh dan  berhasil dalam waktu  1- 2 bulan. Tanaman yang digunakan dalam pembuatan aquascape ini didatangkan langsung dari kota Bogor dan  Malang, karena tanaman yang berada di Ponorogo belum cukup untuk memenuhi permintaan para pemesan. Selain jenis tanaman yang khusus, akar yang menjadi tumpuan tanaman ini pun juga khusus didatangkan dari kedua tempat tersebut. Dalam membuat aquascape ini seorang pengrajin harus berhati hati dan harus memiliki keuletan, karena kita perlu memperhatikan suhu air, kandungan karbon dioksida dalam air yang di perlukan oleh tumbuhan, juga sinar dari lampu untuk pengganti matahari . Penjualan dari aquacsape ini berkisar antara  3 hingga 8 juta satu untuk setiap aquarium, tergantung panjang dan lebar aquarium, bahkan harga yang dipatok bisa mencapai  18 juta rupiah. ”Penjualan sudah sampai ke luar Jawa” ujar Catur sebagai pembuat aquascape. Pemasaran dan promosinya biasa dilakukan melalui media online dan juga gethok tular  alias dari mulut ke mulut. Sangat unik kreatif dan inovatif serta menghasilkan rupiah.( Zulaihah Allaili)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *