Sate Ayam Setono

Kebutuhan Informasi Anda adalah Motivasi Bagi Kami

Sate Ayam Setono

5 Juli 2019 NEWS 0

Para pekerja menusuk daging ayam untuk membuat sate foto by : putri

PONOROGO  –  Daerah yang terkenal dengan kulinernya adalah Kota Ponorogo. Ponorogo terkenal dengan makanan yang lezat salah satu diantaranya yaitu Sate Ayam. Sate ayam banyak diminati oleh banyak kalangan dari yang muda hingga tua. Lain halnya dengan salah satu sate yang ada di Ponorogo yaitu Sate Ayam Setono, yang mempunyai ciri khas dari sate lainnya. Sate Ayam Setono  sudah ada dari zaman nenek moyang pada tahun 1878. Bermula dengan adanya beberapa ibu rumah tangga yang menganggur karena tidak bekerja dan berbincang – bincang berinisiatif untuk membuat sate. Ada 51 penjual sate yang ada di lingkungan RT 03/02 Kelurahan Setono yang memproduksi sate ayam hingga sekarang. Mayoritas setiap rumah mempunyai cabang/tempat berjualan di luar lingkungannya. Sate Setono banyak diminati karena mempunyai ciri khas tersendiri.

“ Perbedaan Sate Setono dengan sate lain adalah dagingnya setengah mentah dan direbus. Cara mengirisnya dengan daging yang bergerak bukan pisau yang bergerak. Cara pengolahannya juga berbeda kalau sudah di rebus di bumbui dan bumbu cenderung mengandung antiseptik yaitu dari kunyit. Sambalnya sendiri kalau kita itu ambyar dan kering, dan satu tusuk terdiri dari 3 potong daging ayam”. Ucap Zainul Mustofa, warga (28/11/2018).

“ Ada hal-hal kuno yang sudah mulai di tinggalkan mulai proses selep sambel dan mikul pakek dua angkring yang di pikul di jalan, kan sekarang sudah ada roda dua jadi tenaga biar tidak gampang capek, dan juga sekarang anak muda disini berjualan dengan menggunakan media online untuk promosi sate ayam setono”. Ujar Samsul Hidayat, ketua Rt

Dalam setiap hari pembuatan sate mencapai 700 tusuk sate. Pembuatan di lakukan pada pukul 06.00 pagi sampai dengan siang hari. Sate ayam setono di jual oleh penjual pada sore hari sampai malam hari dan di jual sesuai dengan stand yang dimiliki. Ada yang di Ponorogo, Magetan dan daerah lainnya. Penjualan sate pun sudah pernah mencapai tingkat ekspor hingga merambah ke luar negeri melalui metode pemesanan terlebih dahulu. Para penjual berharap masyarakat dapat membedakan mana sate setono yang asli dan bukan yang asli dan juga tidak mengurangi minat untuk mengkonsumsi satem ayam. ( Rana Luthfiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *